Pages

Minggu, 15 September 2019

Liz!



Saka---lelaki berbaju denim---menghentikan petikannya. Presensi Liz yang nampak kecil di ujung sedikit membuat bibirnya tertarik ke atas. Seperti biasa, liz datang bersama Kenny. Ya, Kenny. Sepeda pemberian kakaknya tahun lalu. Jangan pernah menanyakan bagaimana kabar kakaknya, tentulah lelaki itu damai sekarang setelah beberapa waktu lalu bergulung-gulung dengan ombak di tengah laut.

“Terlambat lagi?” Saka menghadap ke arah Liz yang sudah duduk di bangku yang sama dengannya.

Liz tidak menjawab langsung, dia mengambil dua bungkusan plastik berisi bagea dari keranjang sepeda kemudian memberikannya pada Saka. “Pak Lik membawakanku ini, cobalah!”

Alih-alih mengambil bungkusan itu, dia malah terhipnotis pada lutut Liz. “Kenapa bajumu sedikit basah dan lututmu ... berdarah?”

Liz refleks menjauh begitu tangan Saka menyentuh luka di lututnya. “Aku tak sengaja terserempet ibu-ibu pembawa air. Aku tak bisa menghindar, jalanan sangat macet  bahkan menyerupai padatnya pusat kota kita,” jawab Liz.

“Liz, kamu mengigau, ya. Itu bukan desa kita yang ramai. Jalan kita saja yang sempit,”kata Saka sedikit meninggi.

“Lalu kenapa kamu mengumpat jalan yang sempit? Lebih baikkamu minta ayahmu memberi dana itu, perlebar jalan!” kesal Liz meninggalkan Saka.

Saka menatap langit gelap menggulung-gulung yang mungkin sebentar lagi jatuh. Saka berteriak lantang, ”Liz! Di sini saja. Hujan sebentar lagi. Kamu tidak membawa payung. Kamu bisa basah kuyup dan sakit!”

“Aku sudah biasa!” seru Liz tak kalah lantangnya.


#tantangan1

#odopbatch7
#weekend
#odop
#daretodare
#holiday
#challenge

4 komentar:

FathinFar mengatakan...

Uh, aku sudah biasa 🤗

Dwi mengatakan...

apakah bagea yang dimaksudkan adalah makanan yang keras dan butuh usaha untuk dimakan? kalo iya berarti itu salah satu makanan khas dari daerah aku atau kebetulan.

IkaRatna mengatakan...

Keren tulisannya. Pas "bilang saja pada ayahmu untuk memperlebar jalan yang sempit", muncul perenungan dihatiku

Fela Khoirul mengatakan...

Jalanan yg sempit, apalagi arah Baskoro /eh/

Posting Komentar