Pages

Minggu, 29 September 2019

[Roommate]

Sumber : Google



Pleonasme adalah penggunaan kata yang berlebihan dalam suatu kalimat di mana kata tersebut bisa dihilngkan. Jika Shei merasa tak terima dan marah apa sikapnya juga berlebihan sehingga ia harus menghilangkannya?

Shei  menarik kursi kosong di hadapan Dea. Memesan minuman sepertinya, Ice Cappucino. Di luar sedang hujan. Lumayan lebat. Hoodie yang ia kenakan sedikit basah. Menembus hujan.

Shei melirik  Dea yang sangat menikmati minumannya. Tidak merasa terganggu dengan kehadirannya. Sikap yang tenang dan tegas.

“Menghabiskan waktu di tengah hujan sendirian. Menikmati minuman dingin dalam suasana yang dingin. Kurasa kau berada dalam sebuah keadaan yang bisa kusebut menyenangkan?”

Dea hanya melihat Shei sekilas, lalu meletakkan gelasnya. Menggosokkan kedua telapak tangan, lalu menngusapkannya ke kedua pipinya. Mencoba mengghangatkan badannya yang sudah mulai kedinginan.
            
Shei meminum pesanannya yang baru  saja diantar pelayan.
            
“Ice Cappucino. Tidak sepenuhnya pilihan yang buruk. Ternyata bisa mengurangi panas kepalaku.”
            
Shei membuang napas kasar. Kesal. Tidak mendapatkan respon lawan bicaranya. Apa dia pikir Shei itu radio yang tak perlu ditanggapin secara langsung oleh pendengar?
           
“Aku ini manusia, kau juga. Manusia adalah kumpulan emosi. Jika dilihat dari sisi kedudukan, seorang manusia bisa disebut individu. Hidup bernegara dan bermasyarakat. Setiap negara punya aturan masing-masing. Kau tak suka aturan ya? Tapi aku suka.”
            
“Aku bukan   manusia setengah dewa yang akan tersenyum dalam setiap keadaan. Aku sudah memberimu kesempatan. Tapi secara tidak langsung dan tanpa sadar kau kemintaku untuk mematahkan tulangmu. Apa kau pikir aku main-main? Ingat, aku bukan ibumu. Tak ada alasan untuk merasa bersalah bukan?” lanjutnya lagi.
            
Shei berdiri dari kursi dan berniat beranjak pergi  meninggalkan Dea. Ia lelah bermonolog.
           
“Aku pulang. Aku akan mengunci pintu dari dalam. Kau bawa kunci juga ‘kan? Kukira perbedaan yang menyakitkan adalah perbedaan agama, ras ataupun kedudukan sosial. Ternyata perbedaan prinsip dan tujuan hidup lebih mengerikan. Dua orang dengan prinsip yang berbeda memang harus berusaha lebih keras agar dapat hidup berdampingan. Lalu siapa yang salah? Aku yang mengingnkanmu segera membersihkan masalahmu atau kamu yang memang tidak mau mendengarku? Lalu bagaimana caranya agar kamu mau mendengar? Apa imi termasuk sebuah aturan?”
            
Shei membawa pulang perasaan marahnya bersamaan hujan yang belum mereda juga. Ia masih tidak terima. Tidak menyangka ia harus berada dalam masalah bersama Dea.
           
Sebelum benar-benar keluar dari kedai itu ia berbalik ke arah teman sekamarnya itu.
            
“Apa itu sulit? Apa aku berlebihan untuk memintamu mengerti keadaanku? Bersihkan kamarmu sebelum pemilik gedung melakukan operasi! Apa kau menungguku yang melakukannya? Lalu berapa bayaranku?”

0 komentar:

Posting Komentar