Pernahkah kamu mendengar sebuah peribahasa
‘serupa tapi tak sama’? Aku yakin pasti sudah tak asing lagi dengan kalimat
itu. Hal-hal yang nampak sama ternyata berbeda.
Kali ini aku ingin membahas konjungsi namun dan tetapi. Kedua konjungsi ini digunakan untuk menunjukkan perlawanan atau
pertentangan. Tahukah kamu ternyata keduanya berbeda? Praktiknya, kebanyakan
orang menganggap keduanya sama sehingga dalam penggunaannya sering tertukar. Yuk simak ulasan di bawah ini agar tak
tertukar lagi!
Namun
Namun adalah konjungsi (kata sambung) antarkalimat untuk menyambungkan
dengan kalimat sebelumnya. Jadi, kata namun digunakan untuk menghubungkan dua
kalimat bertentangan yang berdiri sendiri. Penulisan konjungsi diletakkan di
awal kalimat dan diikuti oleh tanda baca koma. Ungkapan akan tetapi dapat
dipakai sebagai sinonim namun. Konjungsi ini setara dengan kata however dalam
bahasa inggris.
Tetapi
Tetapi adalah konjungsi intrakalimat untuk menyambungkan dua hal atau klausa
yang bertentangan di dalam suatu kalimat. Penulisan konjungsi tetapi ditulis di
tengah kalimat dan dihahului dengan tanda baca koma. Kata tetapi setara dengan but dalam kaidah
bahasa inggris. Selain kata tetapi ternyata banyak kita menjumpai tulisan yang
menggunakan kata tapi sebagai konjungsi. Sebenarnya, tapi adalah bentuk tidak
baku dari tetapi. Konjungsi ini sebaiknya dihindari pemakaiannya
dalam ragam formal.
Coba perhatikan contoh kallimat di bawah ini
agar semakin terbayang!
Kenna sebenarnya tidak terlalu pandai
memasak, tetapi dia rajin belajar.
Kenna sebenarnya tidak terlalu pandai memasak.
Namun, dia rajin belajar.
Bagaimana? Sudah paham dan jelas perbedaannya
‘kan? Semoga bermanfaat.

0 komentar:
Posting Komentar