Pages

Sabtu, 28 September 2019

Review Novel After D-100


Judul               : After D-100
Penulis             : Park Mi Youn
Penerjemah      : Putu Pramania Adnyana
Penerbit           : Haru

After D--100 adalah novel terjemahan asal Korea Selatan yang ditulis oleh Park Mi Youn. Novel ini bercerita tentang kisah kehidupan pernikahan tanpa keterbukaan. Tak ada gading yang tak retak sangat menggambarkan alur cerita ini.

Cerita ini dimulai dengan alur Gyung Hee yang mulai bosan dengan pernikahannya sebab sikap Jung Chul yang dingin. Keadaan tersebut didukung kejadian tak terduga, Gyung-Hee tak sengaja mendengarkan percakapan antara suami dan kakak kandungnya yang mengatakan bahwa lelaki itu tidak pernah memncintainya tetapi hanya perlu menikah.

“…aku tidak pernah mendefinisikan bahwa suamiku adalah orang seperti ini dan seperti itu. Aku menerima sikapnya apa adanya. Ibaratnya seperti spons yang menyerap air, begitulah aku hidup selama ini. Menerima semuanya begitu saja.”  (Kang Gyung Hee, halaman 79)

Selama ini, Gyung Hee merasa bahagia dengan pernikahannya yang berusia dua tahun. Pernikahan yang terjadi begitu cepat karena para orang tualah yang mengambil keputusan tanpa meminta pertimbangan darinya maupun dari Lee Jung Chul. Dan selama ini pula, Gyung Hee sudah memberikan segalanya dan menuruti semua permintaan Jung Chul.

Gyung Hee memutuskan akan menceraikan Jung Chul dalam seratus hari. Dia bertekat membalas sakit hatinya pada Lee Jung Chul. Kemunculan Mina, mantan kekasih Jung Chul yang secara terang-terangan berniat menggoda Jung Chul kembali membuatnya Gyung Hee yakin dengan keputusannya itu.

Kang Gyung Hee benar-benar mempersiapkan dirinya sebelum perceraian itu terjadi. Dia membuka sebuah toko tas dengan bantuan sahabatnya, Jung Woo. Dia berharap, semoga toko itu bisa membuatnya hidup mandiri. Namun masalah tak pernah memnghampiri Gyung Hee, dia kerap kali dipertemukan dengan Mina yang selalu mencoba membuatnya marah. Mina ternyata juga bekerja dengan In Sik, pemilik tanah toko tasnya itu.

Adegan-adegan terus berlanjut sampai di titik klimaks di mana Gyung Hee mengetahui rahasia yang selama ini disembunyikan Jung Chul, dari pernikahan tanpa cinta, riwayat pengobatan kejiwaan hingga kemandulan yang ternyata tidak dialami diasaja melainkan juga lelaki itu. Selain itu, Gyung Hee pada mulanya memiliki sedikit kesempatan mendapatkan keturunan malah jadi sirna begitu tahu ternyata dokter yang menaganinya, sepupu Jung Chul menjadikannya sebagai malpraktek peneitiannya. Hal inilah yang mengundang kemarahan keluar Gyung Hee dan meminta meneruskan gugatan cerai tersebut.

Gaya bahasa yang digunakan penulis sederhana dan mengalir dengan tokoh tidak digambarkan gambalang, melainkan melalui deskripsi-deskripsi tiap bab ceritanya. Penulis menggunakan sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama yaitu dari sisi Gyung Hee dan Jung Chul walau secara komposisi lebih dominan sudut pandang dari Gyung Hee.

Karakter lain banyak bermunculan di sini, tapi kedudukannya hanya sebagai bumbu kisah mereka berdua. Walaupun begitu karakter-karakter itu berperan sangat apik dalam menyampaikan tujuannya, seperti Mina, In Sik, Jung Woo, orang tua Gyung Hee, dan orang tua Jung Chul.

Satu hal yang perlu diperhatikan sebagai pembaca, novel ini bergenre dewasa sebab mengisahkan sebuah pernikahan maka dari itu bagi yang belum cukup umur jangan membaca dulu, ya. Sebenarnya pun adegan dewasa di sini hanyalah bumbu agar cerita ini semakin hidup. Satu lagi hampir kelupaan, jangan lupa sedia tisu sebelum membaca.

10 komentar:

Lutfi Yulianto mengatakan...

kasih jumlah halamannya dong, Mbk. Biar bisa kira2 budget buat beli bukunya, HEHEHE

Ika Khairunnisa Simanjuntak mengatakan...

Nice insight. Keterbukaan penting dalam rumah tangga...

Aksaramila mengatakan...

Aku udah bisa baca dong yah, udah dewasa banget... Hihihi...

Yulia mengatakan...

Penasaran ending nyh gmna ka he

Nur Ramadara Kazain mengatakan...

Covernya lucuu eh tapi konten dewasa yak hehhe

Movienime mengatakan...

Wah ceritanya rumit ya. Covernya sempet jebak, kukira cerita tentang lembaran uang yang berterbangan, ternyata temanya cinta. hehee

detinsofia mengatakan...

Terima kasih resensi novelnya 😊 semoga rumah tangga mereka baik2 saja hehe

ronajejak mengatakan...

Kayaknya ini nama nama korea deh

Dee.Irum mengatakan...

Cerita rumah tangga memang hangat kalau digarap... sepintas bagus kayaknua bukunya, thanks

Dwi mengatakan...

kayak drama korea versi buku ya jadi penasaran

Posting Komentar