![]() |
| Sumber : Google |
Ketika
kamu mendengar kata ‘menulis’ atau ‘penulis’, hal pertama apa yang melintas di
kepalamu?
“Kamu
suka menulis tulisan model seperti apa?”
Pertanyaan
semacam itu pastilah menghampiri beberapa orang. Tidak bisa kita pungkiri bahwa
setiap orang punya kecenderungan. Tentu tak asing jika ada seseorang yang
cenderung introvert, atau ada beberapa yang lainnya masuk ke dalam kelompok
ekstrovert. Kenyataanya kecenderungan juga berlaku dalam teknik menulis, meski
itu penulis serba bisa pun. Tentulah istilah genre dan aliran tak bisa lepas
mengelupas dari jiwa penulis.
Bagaimana
dengan genremu? Coba ceritakan!
Berbicara
genre juga tak bisa lepas dari aliran. Walau
seseorang serba bisa di banyak aspek, tentulah ada hal istimewa di antara yang
lainnya.
Jika
diminta menjelaskan apa genreku tentulah kosong kertas yang diberikan itu. Bukan
karena tak ada yang bisa dituliskan tetapi aku sudah tahu jika cerita tak bisa
termuat seluruhnya.
Semua
genre dan aliran pnya cerita, tiap penulis punya nyawa masing-masing. Berbicara
mengenai menulis tak ada habisnya dan lelahnya pun. Terus belajar menjadi
tuntutan tiap orang, tapi ada hal yang mesti diakui. Walaupun sudah mencoba
berbagai genre kurasa aku begitu nyaman dengan genre drama dengan aliran sad open ending.
Kenapa?
Sebuah
pertanyaan yang kadang-kadang terlintas begitu saja. Hal ini tidak bisa
kujelaskan sebab tiap orang punya nyawa masing-masing di tulisannya.
Bagaimana
dengan genremu? Samakah?

4 komentar:
sad open ending? wih pasti nyesek tuh. mau dong kalo boleh, baca salah satu ceritanya yang sad dan open itu.
Masih abu-abu genre-nya haha, sya sering baca cerita model begitu menjebak terkadang bikin bertanya" 😅
Iya nih, jadi penasaran... Pengen baca dong ceritanya..
Negeri kita kekurangan kisah-kisah sedih untuk mengajarkan rakyat bagaimana bersikap legowo menerima segala yang terjadi. #eaak..
Posting Komentar